Skripsi
Demokrasi Dalam Surat Asy-Syura [42]:38 (Studi Atas Penafsiran Al-Jabiri Dan Al-Qurthubi)
Latar belakang penelitian ini adalah al-Qur’an sebagai kitab petunjuk yang universal mengandung aturantentang kemanusiaan. Dalam era ini, fenomena demokrasi masih selalu diperdebatkankan, penuntutan terhadap diterapkannya pun tidak bisa dielakkan lagi.Perdebatan intelektual muslim senidiri dapat dikategorikan menjaditiga kelompok: menerima, menolak dan ada juga yang netral.Semua perdebatan ini dipicu dari asal sumber demokrasi itu sendiri. Al-Jabirisebagaisalah satu intelektual muslim yang menerima demokrasi, sedangkan ulama’ salaf al-Qurthubi menolaknya.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana demokrasi dalam Surat Asy-Syura [42]: 38? 2) Bagaimana pemikiran al-Jabiri dan al-Qurthubi tentangdemokrasi dalam Surat Asy-Syura [42]: 38?Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode komparatif deskriptif antara pemikiran al-Jabiri dengan al-Qurthubi.Dan akhirnya, dapatditemukanbahwasyuradalamsuratasy-Syura [42]: 38 merupakan system pengambilankeputusanbersamadenganmemberikankemungkinan-kemungkinankeputusan yang baru. Al-Jabiridanjuga al-Qurthubisependapatdenganpandangantersebut, namunal-Jabirimemandangbahwasyuraadalahbagiandemokrasisedangkan al-Qurthubimenganggapberbedaantarakeduanya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi informasi pengetahuan, masukan serta sumbangsih pemikiran bagi mahasiswa, serta semua pihak yang membutuhkan dilingkungan Universitas Sains Al-Qur’an di Wonosobo.
Kata kunci: Demokrasi, Syura, Tafsir
Tidak tersedia versi lain