Skripsi
Implementasi Metode Kontruktivisme Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 Pada Mta Pelajaran Ipa Materi Megenal Bagian Anggota Tubuh Dan Kegunaanya,Serta Cara Perawatanya Di SD N 4 Wanadri Bawang Banjarnegara Tahun Pelajaran 2016/2017
ABSTRAK
Putri Desytarani. 2017. Implementasi metode kontruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 pada mata pelajaran IPA materi mengenal anggota bagian tubuh dan kegunaan serta cara merawatnya di SD N 4 Wanadri Bawang Banjarnegara tahun ajaran 2016/2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode kontruktivisme dalam pembelajaran IPA di kelas 1 SD N 4 Wanadri Bawang, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas I SD N 4 Wanadri Bawang setelah menggunakan metode kontruktivisme, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pada siswa yang menggunakan metode kontruktivisme dengan yang menggunakan konvensional dalam pembelajaran IPA.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, PTK, dengan metode penelitian lapangan dan desain Pretest-Posttest dari siklus ke siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas I SD N 4 Wanadri Bawang yang berjumlah 24 siswa. Sampel yang diambil adalah 1 kelas. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi.
Data hasil analisis akhir untuk mengetahui penerapan penggunaan metode kontruktivisme dalam IPA : 1) Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada. 2) Perolehan pengetahuan baru. 3) Pemahaman pengetahuan. 4) Menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh. 5) Melakukan refleksi. Dari hasil penerapan metode tersebut di peroleh hasil sebagai berikut: sebelum menggunakan metode kontruktivisme nilai rata-rata raport mencapai 60,2 sehingga belum mencapai KKM. Setelah menggunakan metode kontruktivisme mengalami peningkatan. Pada siklus I pembelajaran mengalami kenaikan sedikit, terdapat 11 siswa tuntas sedangkan 13 tidak tuntas, dari 11 siswa yang tuntas pun mengalami kenaikan hasil belajar dalam pembelajarannya. Ditandai dengan keaktifan siswa dalam bertanya materi belum paham betul. Pada siklus II, siswa yang sudah tuntas sebanyak 15 siswa dan yang belum tuntas 9 siswa. Dalam mengikuti pembelajaran nilai rata-rata hasil belajar pada siklus ini dari 65,83 menjadi 73,75. Setelah diadakan evaluasi akhir pada siklus III nilai rata-rata siswa menjadi 76,25 dan ketuntasan yaitu 87,5%. Ini berarti ketuntasan kelas sudah tercapai karena sudah memenuhi standar indikator keberhasilan yaitu 70%.
Kata Kunci: Metode kontruktivisme, Hasil Belajar, IPA.
Tidak tersedia versi lain