Skripsi
Akhlak Tercela Dalam Hubungan Sosial Dan Antisipasinya Menurut Pendidikan Islam (Kajian Al-qur'an Surat Al-Hujurat Ayat 11-12)
Latar belakang masalah penelitian ini yaitu banyaknya kita melihat orang-orang yang telah meninggalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an sehingga akibatnya banyak terlihat bentuk-bentuk penyimpangan seperti berkata buruk, menggunjing, mencela, menceritakan keburukan orang lain dan lain sebagainya. Padahal Alloh ﷻ melarang kaum muslimin mengikuti perkataan ataupun perbuatan yang mereka tidak mengetahui kebenarannya karena selain sebagai makhluk individu, manusia juga sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat mengajarkan kepada kita adab dan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.
Penelitian ini menggunakan Metode Riset perpustakaan (library research), dengan Tekhnik Analisis Deskriptif Kualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode interpretatif yakni metode yang berperan untuk mencari kandungan nilal-nilai pendidikan akhlak yang ada didalamnya hubungannya dengan pendidikan Islam. Metode tahlili yakni metode tafsir yang berusaha menguraikan al-Qur'an secara detail.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam surat al-Hujurat ayat 11 dan 12 terdapat perintah untuk tidak mencela orang lain karena boleh jadi orang yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina. Larangan untuk memanggil orang lain dengan panggilan yang menyakitkannya. Larangan untuk tidak menggunjing orang lain. Perintah untuk meninggalkan suudzann, mencari-cari kesalahan orang lain dan menggunjingnya. Para mufassir menjelaskannya bahwa perintah untuk tidak mengolok-olok orang lain menurut Al-Maraghi itu didasarkan boleh jadi orang yang diolok-olok itu lebih baik disisi Allah. Sedangkan menurut Sayyid Quthb bahwasannya kaum mukminin agar jangan sampai kehilangan sifat yang mulia, menodai sifat itu, dan menyalahinya dengan melakukan olok-olok, cacian, pemanggilan yang buruk. Menurut HAMKA, Mengolok-olok, mengejek, menghina tidaklah layak dilakukan kalau orang merasa dirinya orang yang beriman. Sebab orang beriman akan selalu menilik kekurangan yang ada pada dirinya.
Berdasarkan dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi khasanah ilmu pengetahuan dan bahan informasi serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo.
Kata Kunci: Akhlak Tercela, Hubungan Sosial, Pendidikan Islam.
Tidak tersedia versi lain