Tugas Akhir
Analisa Pengelolaan Dan Pengaruh Parkir Badan Jalan Trhadap Kinerja Ruas Jalan Di Wonosobo
Kehidupan sebuah kota tidak lepas dari sarana dan prasarana layanan publik sebagai pendukung kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan yang pesat dari sebuah populasi perkotaan berdampak pula pada pertumbuhan kendaraan yang berpotensi menimbulkan persoalan besar pada manajemen transportasi seperti halnya kebutuhan parkir. Kondisi parkir di Kota Wonosobo saat ini belum teratur karena ruang parkir di dekat keramaian seperti di pusat kota masih menggunakan badan jalan untuk kegiatan parkir, hal ini akan mengurangi fungsi jalan. Kegiatan parkir badan jalan menyebabkan aktifitas lalu lintas di sekitar pusat kota bertambah dan sering terjadi kemacetan dikarenakan banyak kendaraan yang parkir disekitar pasar maupun perbelanjaan di sekitar ruas jalan utama seperti ruas Jl. Ahmad Yani ,Jl. Angkatan 45, dan Jl. Veteran. Tujuan penelitian ini adaah untuk mengetahui bagaimana pengaruh parkir badanjalan dan bagaiman pengelolaan parkir saat ini.
Data yang digunakan adalah data primer yang meliputi ; survey langsung lapangan yaitu, data kuisioner dan data pengukuran luas ruang parkir. Data sekunder meliputi, data anlisa kinerja jalan perkotaan rekaya lalulintas th 2017, data Perda Kabupaten wonosobo dan kondisi ruas jalan penelitian.
Berdasarkan hasil analisa bahwa kinerja ruas jalan Ahmad Yani pos 1 untuk kondisi dengan parkir berdasarkan nilai derajat kejenuhan ≤0,77 yaitu 0,61 didapat ITP tipe C dengan pengoptimalan tanpa parkir derajat kejenuhan 0,47 yaitu ≤ 0,54 ITP tipe B. Jl. Ahmad Yani pos 2 kondisi dengan parkir nilai derajat kejenuhan ≥ 1 yaitu 1,25 maka didapat indeks parkir tingkat pelayanan tipe F, untuk ruas Jl Angkattan 45 kondisi dengan parkir berdasarkan nilai derajat kejenuhan ≤0,54 yaitu 0,47 didapat indeks tingkat pelayanan tipe B dengan pengoptimalan tana parkir derajat kejenuhan 0,29 yaitu ≤ 0,35 ITP tipe A. Dan untuk ruas Jl. Veteran untuk kondisi dengan parkir nilai derajat kejenuhan ≥ 1 yaitu 1,25 maka didapat indeks parkir tingkat pelayanan tipe F dengan pengoptimalan tanpa parkir deajat kejenuhan 0,35 yaitu ≤ 0,35 ITP tipe A. Berdasarkan hasil kuisioner bahwa karakteristik pengguna parkir menunjukan sebagian besar perempuan, dengan prosentase tertinggi 56%, dari segi usia yaitu berumur 21 – 30 th dengan prosentase tertinggi 38%, dari asal pengguna parkir lebih banyak berasal dari kertek dengan prosentase 30%, dan dari intesitas seringnya parkir yaitu 2x seminggu dengan prosentase 40%. Parkir di ruas jalan ini menurut statusnya yaitu parkir umum yang diselengarakan oleh Pemerintah yang di atur dalam UU no 14 th 2010, dan untuk perturan parkir badan jalan diatur dalam Peraturan Daerah Wonosobo No 38 Th 2011 dan untuk retribusi parkir di atur dalam No 14 Th 2010 dalam Peraturan Daerah kabupaten Wonosobo. Kebijakan Pemerintah guna memenuhi kebutuhan ruang parkir nyatanya tidak seimbang dengan tanggapan masyarakat yang tidak setuju, ini dilihat dari tanggpan responden 56% menjawab tidak setuju dengan adanyaparkir badan jalan.
Upaya untuk meningkatkan kinerja jalan dan fungsi jalan maka parkir badan jalan di relokasikan ke pasar induk Wonosobo dengan luas tanah 9,727,5146m² yang bisa menampung luas parkir badan jalan saat ini yaitu untuk luas parkir Jl Ahmad Yani 1.209,9m² dan Angkatan 45 1.214,5m².
Kata kunci : kinerja jalan, pengoptimalan, parkir.
Tidak tersedia versi lain