Skripsi
Makna Sabt Dalam Al-Qur'an Tinjauan Filosofis Teologi Ajaran Ibadah Agama Yahudi
Sabt merupakan bagian dari ibadah yang dijalankan oleh agama Yahudi. Esensi dari Sabt adalah “perhentian” atau “istirahat”. Perintah Sabt telah ada sejak zaman Nabi Musa, dan sebenarnya awal mulanya orang-orang Yahudi ibadah di hari Jum’at, tetapi dikarenakan mereka jarang beribadah di hari Jum’at dan lebih terbiasa di hari Sabt, maka akhirnya mereka ibadah di hari Sabt. Allah memberikan perintah kepada orang-orang Yahudi agar mengkuduskan dan menghormati Sabt dengan cara tidak melakukan aktivitas selama satu hari penuh dan hanya fokus untuk beribadah.
Kemudian perintah ibadah di hari Sabt tetulis di dalam Ten Commandments yang keempat dan di dalam Kitab Keluaran (31 : 12-17), Imamat (19 : 3), Bilangan (28 : 9-10), dan Ulangan (5 : 12-15). Perintah ibadah Sabt hanya diperuntukkan untuk orang-orang Yahudi saja. Karena agama lain seperti Nasrani juga memiliki hari khusus dalam beribadah yaitu di hari Minggu, selain itu Islam hari yang dihormati Jum’at.
Pencantuman tentang Sabt tidak hanya di Taurat saja, melainkan di Al-Qur’an juga menjelaskan yang termaktub dalam surah (AL-Baqarah [2] : 65), (An-Nisa’ [4] : 47 dan 154, (Al-A’raf [7] : 163), dan An-Nahl [16] : 124. Selajutnya, di Matius (12 : 1-8) juga mencantumkan Sabt.
Sementara itu, untuk kitab suci agama Yahudi adalah,Taurat atau disebut dengan Old Testament dan di dalamnya terdapat lima cabang : Kejadian, Keluaran, Ulangan, Bilangan, Imamat, kitab selanjutnya Ten Commandments, dan Talmud. Dibalik adanya perintah Sabt terdapat motif ketauhidan atau yang disebut dengan dimensi vertikal, yang selanjutnya adalah motif kemanusiaan atau disebut dimensi horisontal.
Kata kunci : Al-Qur’an, Taurat, Nabi Musa, Yahudi, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Talmud, Ten Commandment, Sabt
Tidak tersedia versi lain