Skripsi
Praktik Pembacaan Ayat 20 (Kajian Living Qur'an di PPTQ Al-Asy'ariyyah Putri Kalibeber Mojotengah Wonosobo)
Penelitian skripsi ini adalah membahas tentang tradisi atau amalan bacaan al-Qur’an yang dilahirkan dari praktik-praktik komunal yang menunjukkan resepsi sosial masyarakat atau kelompok tertentu terhadap al-Qur’an. Dalam hal ini yaitu PPTQ Al Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo. Seluruh santri yang berada di pondok pesantren tersebut diwajibkan mengikuti kegiatan pembacaan al-Qur’an ayat 20 yang dilaksanakan secara rutin setiap ba’da maghrib dan shubuh. Yang termasuk dalam ayat 20 tersebut yaitu ayat kursi, surat Al A’ra>f ayat 54-56, surat As-Sa>ffa>t ayat 1-10, surat Ar-Rahma>n ayat 33-35, surat Al Hasyr ayat 22-24.
Fokus pembahasan dari penelitian skripsi ini adalah terkait dengan bagaimana praktik pembacaan ayat 20 di PPTQ Al Asy’ariyyah dan mengapa praktik tersebut dilakukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui observasi partisipan, dan non partisipan, wawancara dan dokumentasi. Mengenai analisis data yang penulis gunakan dalam skripsi ini, penulis memilih bentuk analisis deskripsi-eksplanasi, karena selain untuk mempermudah dalam memaparkan isi pembahasan, juga agar dapat mengetahui alasan dari pembacaan ayat 20, sehingga latar belakang maupun harapan dan tujuan dari praktik pembacaan ayat 20 tersebut dapat terungkap.
Hasil penelitian dalam tulisan ini yaitu menunjukkan bahwa pertama, praktik pembacaan ayat 20 ini dilakukan rutin setelah ba’da maghrib dan shubuh dan ketika akan belajar dan mujahadah. Kedua, ayat 20 yang biasa dibaca di pondok pesantren adalah bacaan al-Qur’an dari surat-surat tertentu dan dari ayat tertentu pula yang terdiri dari ayat kursi, surat Al A’ra>f ayat 54-56, surat As-Sa>ffa>t ayat 1-10, surat Ar-Rahma>n ayat 33-35, surat Al Hasyr ayat 22-24. ketiga, selain dari ayat 20 yang dibaca rutin di pondok pesantren putri, juga ada bacaan lain yang rutin dibaca setiap hari, seperti bacaan asmaul husna.
Adapun fungsi dari pembacaan ayat 20 di PPTQ Al Asy’ariyyah ini jika merujuk pada teori fungsionalisme sosial Durkheim maka menunjukkan pada makna solidaritas sosial, baik solidaritas sosial organic, Mupun solidaritas mekanik. Sedangkan makna yang berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuannya Karl Mannheim, maka ada tiga kategori makna yang diperoleh, yaitu makna objektif sebagai kewajiban yang telah ditetapkan, makna ekspresif yang berbentuk pembelajaran, fadilah dan keutamaan dan makna documenter sebagai suatu kebudayaan yang menyeluruh.
Kata kunci: al-Qur’an, Ayat 20, teori fungsionalisme, teori sosiologi pengetahuan, objektif, ekspresif, dokumenter
Tidak tersedia versi lain