Skripsi
Pembinaan Seni Baca Al-Qur`an Siswa Melalui Ekstrakurikuler Tilawatil Qur`an di SMP Negeri 1 Garung Tahun Ajaran 2016/2017
Kesenian adalah penjelmaan daripada rasa keindahan dan keterharuan untuk kesejahteraan hidup. Rasa disusun dan dinyatakan oleh pikiran sehingga ia menjadi bentuk yang dapat disalurkan dan dimiliki. Dengan kalimat lain dikatakan bahwa kesenian (seni) adalah segala sesuatu yang menimbulkan rasa indah yang diciptakan untuk membangkitkan perasaan senang dan bahagia bagi manusia. Penjelmaan rasa seni tersebut dapat berupa seni baca al-Qur’an, seni suara, seni tari, seni drama, dan lain-lain. Dengan demikian, segala gubahan manusia yang indah baik yang berbentuk lagu, tulisan atau bentuk lainnya adalah termasuk kesenian.
Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yang mengkaji secara intensif mengenai latar belakang, status terakhir dan interaksi sosial yang terjadi pada suatu satuan sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam penelitian kualitatif deskriptif yang menjadi instrumen atau alat peneliti adalah peneliti itu sendiri atau bisa disebut sebagai human instrument
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembinaan Seni baca al-Qur’an yang dilakukan di SMP Negeri 1 Garung yaitu dengan cara menarik siswa yang baru masuk pada tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Garung, Siswa diberikan pengarahan, pengertian tentang Tilawatil Qur’an dan motivasi untuk mengikuti ekstra kurikuler tilawatil Qur’an. Untuk keberhasilannya boleh dikatakan 80% siswa yang mengikuti ekstra Tilawah lebih cakap dalam membaca al-Qur’an dengan lagu, karena sudah pasti anak yang mengikuti ekstra tersebut mempunyai kemauan dan keniatan yang tinggi. Metode yang digunakan dalam pembinaan Tilawah di SMP Negeri 1 Garung ini lebih cenderung ke metode yang dikhususkan untuk lomba. Contohnya dalam persyaratan penilaian lomba menetapkan lagu yang harus dikuasai oleh peserta lomba. Kemudian untuk latihan seperti biasa lebih ke metode untuk pemahaman anak biasanya tetap menggunakan metode klasikal dan individu. Kesulitan atau kendala yang dialami oleh guru saat pembinaan Tilawatil Qur’an biasanya ketika anak belum mahir membaca pembinaan dimulai dasar. Karena tidak hanya mengarahkan atau memberi pemahaman tentang lagu dalam Tilawah tetapi juga harus membenarkan tentang makharijul huruf dan tajwidnya. Apabila mengalami kesulitan atau kendala seperti ini guru mengatasinya dengan cara membiasakan anak untuk membaca, membiasakan untuk mendengarkan lagu-lagu tilawah, belajar mengolah suara, dan belajar cengkok. Kalau anak sudah membiasakan hal tersebut maka lama kelamaan anak tersebut mulai terbiasa dan bisa.
Kata kunci : Pembinaan Seni Baca Al-Qur’an, Ekstrakurikuler Tilawah
Tidak tersedia versi lain