Skripsi
Analisis Kisah Ashabul Kahfi Ditinjau Dari Relativitas Einsten (Kajian Q.S. Al-Kahfi : 25)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui Apa yang dimaksud dengan Teori Relativitas Einstein. (2) Mengetahui kisah Ashabul Kahfi dalam perspektif Q.S. Al-Kahfi: 25. (3) Mengetahui hubungan kisah Ashabul Kahfi ditinjau dari segi Q.S. Al-Kahfi: 25 dan Teori Relativitas Einstein. (4) Mengetahui implikasi pembelajaran Relativitas waktu di sekolah dalam kisah Ashabul Kahfi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dimana penulis mencoba menelaah dan menganalisis buku-buku, artikel, dan jurnal atau kajian yang berkaitan langsung maupun tidak langsung. Pada landasan teori, penulis menggunakan teknik berpikir deduktif dan induktif. Sedangkan dalam penafsiran Al-Qur’an, penulis menggunakan metode tafsir tahlili dengan memaparkan segala aspek-aspek kandungan di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu serta menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufasir yang menafsirkan Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 25.
Hasil analisis menyatakan bahwa: 1) Teori Relativitas waktu menyatakan bahwa gerak adalah relatif, umumnya hanya berlaku pada kecepatan benda yang melebihi kecepatan cahaya, sehingga mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang 2) Q.S Al-Kahfi: 25 menjelaskan bahwa Kisah Ashabul Kahfi merupakan peristiwa luar biasa sebagai tanda ke Agungan Allah SWT 3) Ashabul Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 390 tahun mereka hanya merasakan setengah hari atau sehari saja sebagaimana dalam Q.S. Al-Kahfi: 25, didalam gua tubuh mereka dibolak-balikkan dan gerak didalam gua melebihi kecepatan cahaya sehingga mengalami kontraksi panjang dan dilatasi waktu 4) Pembelajaran Relativitas Einstein di SMA kelas XII perlu diberikan contoh konkrit seperti kisah Ashabul kahfi.
Kata Kunci: Ashabul Kahfi, Relativitas Einstein, Al-Kahfi Ayat 25.
Tidak tersedia versi lain