Tugas Akhir
Analisis Kinerja Pada Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Ngeseng, Sentolo, Kulon Progo)
Studi kasus pada simpang tak bersinyal Ngeseng, Sentolo, Kulon Progo pada hakekatnya dilatar belakangi oleh kinerja simpang tersebut yang mana jenis kendaraan yang melewati simpang itu sendiri terdiri dari berbagai jenis kendaraan seperti sepeda, sepeda motor, mobil, mini bus, bus, truk. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian karena kepadatan kendaraan yang terjadi dapat menyebabkan kemacetan terutama pada jam-jam sibuk. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa kinerja simpang, tingkat pelayanan, melakukan berbagai upaya perbaikan pada kondisi sekarang, 5 tahun dan 15 tahun mendatang.
Metode yang digunakan untuk menganalisis simpang menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI) dengan parameter yang dicari yaitu kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Data yang digunakan adalah data primer dari survey langsung di lapangan yang meliputi kondisi geometrik, kondisi lalu lintas, kondisi lingkungan. Sedangkan data sekunder yaitu data jumlah penduduk.
Berdasarkan analisa simpang tak bersinyal Ngeseng, Sentolo, Kulon Progo pada kondisi sekarang memiliki tingkat pelayanan B artinya kondisi arus lalu lintas stabil, kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kendaraan lainnya dan mulai dirasakan hambatan oleh kendaraan di sekitarnya. Hal ini berdasarkan nilai tundaan 11.94 detik/smp. Dan pada kondisi 5 indek tingkat pelayanan C artinya kondisi arus lalu lintas masih dalam batas stabil, kecepatan operasi mulai dibatasi dan hambatan samping dari kendaraan lain semakin besar. Hal ini berdasarkan nilai tundaan 19 detik/smp. Untuk kondisi 15 tahun indek tingkat pelayanan D artinya kondisi arus lalu lintas mendekati tidak stabil, kecepatan operasi menurun relatif cepat akibat hambatan yang timbul dan kebebasan bergerak relatif kecil. Hal ini berdasarkan nilai tundaan 34 detik/smp.
Pada kondisi eksisting simpang Ngeseng, Sentolo, Kulon Progo masih dalam kondisi baik dikarenakan nilai Derajat Kejenuhan (DS) kurang dari ≤ 0.75. Sedangkan untuk 5 tahun dan 15 tahun kedepan perlu adanya lampu lalu lintas karena memiliki nilai Derajat Kejenuhan ≥ 0.75.
Kata kunci : kinerja, simpang tak bersinyal, perencanaan lampu lalu lintas
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain