Skripsi
Inkulturasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah Kelas Viii Di Mts Ma'arif Selomerto Tahun Pelajaran 2014/2015
Dewasa ini terdapat lembaga pendidikan tertentu yang memasukkan Aswaja dalam muatan kurikulumnya. Secara intern lembaga, gagasan ini muncul sebagai reaksi atas keberadaan kaum terpelajar di daerah ini yang belum mampu menyeimbangkan antara keilmuan yang dimiliki dengan kenyataan sosial dimana mereka berada. Mereka yang unggul dalam bidang agama cenderung fanatik dan mengharamkan budaya-budaya di masyarakat, disisi lain mereka yang unggul dalam bidang sosial jauh dari nilai-nilai agama. Masing-masing dari mereka cenderung fanatik pada budaya dan keyakinan sendiri tanpa mempertimbangkan unsur-unsur budaya lain yang ada disekitarnya. Hal tersebut dikhawatirkan menjadi stimulus terjadinya dikotomi budaya yang berdampak pada perpecahan di tengah masyarakat yang memiliki ragam budaya majemuk seperti masyarakat di sekitar Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Selomerto berada. Oleh karena itu salah satu usaha menjawab kegelisahan tersebut adalah dengan di cantumkannya Aswaja dalam muatan lokal mata pelajaran di Madrasah Tsanawiyah Maarif Selomerto dengan tujuan mencetak kader yang mampu hidup dalam masyarakatnya.
Metode yang penulis gunakan untuk menganalisis data menggunakan beberapa komponen yaitu Data reduction ( reduksi data), Data display ( penyajian data ), Conclusion drawing / verification.
Inkulturasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamā’ah Kelas VII di MTs Ma’arif Selomerto antara lain berdoa sebelum dan sesudah KBM, tahlil, shalat dhuha, ziarah kubur, Qunut shalat subuh, pesantren kilat dan maulid nabi Muhammad SAW.Upaya mempertahankan Inkulturasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamā’ah di MTs Ma’arif Selomerto dengan pembiasaan Amaliyah yang biasa dilakukan warga Nahdlotul ‘Ulama, seperti berdoa sebelum dan sesudah KBM, tahlil, shalat dhuha, ziarah kubur, Qunut shalat subuh, pesantren kilat dan maulid nabi Muhammad SAW.
Hambatan Inkulturasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamā’ah di MTs Ma’arif Selomerto antara lain perbedaan pemahaman siswa MTs Ma’arif Selomerto dalam pembelajaran Aswaja, banyak dari siswa yang merasa kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an dan Hadist yang merupakan landasan Aswaja. Dan juga pembentukan organisasi IPNU/IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlotul ‘Ulama/ Ikatan Pelajar Putri Nahdlotul ‘Ulama) di MTs Ma’arif Selomerto belum ada.
Kata Kunci :Inkulturasi, Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jamā’ah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain