Skripsi
Kisah Nabi Nuh AS dalam Al-Qur'an q.s. Hud 42-46 sebagai i'tibar dalam kegiatan pembelajaran
Latar belakang masalah penelitian ini terkait dengan interaksi pendidikan nabi Nuh dengan anaknya yang ada pada surat Hud ayat 42-46. Di dalam surat Hud ayat 42-46 digambarkan fenomena sejarah, yaitu Nabi Nuh sebagai orang tua yang kurang berhasil dalam mendidik anaknya yaitu Kan’an. Di dalam surat Hud ayat 42-46 ini terdapat nilai-nilai akhlak yang patut dijadikan refrensi bagi orang tua untuk menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan akhlak kepada anak sejak kecil. Yang menjadi permasalahan adalah nilai-nilai pendidikan akhlak apa saja yang terkandung dalam surat Hud ayat 42-46 ini.
Penelitian kepustakaan kajian ayat tentang kisah Nabi Nuh ini memiliki tujuan: 1) Untuk mengetahui sejarah kehidupan Nabi Nuh AS. 2)Untuk mengetahui isi kandungan Al-Qur’an Surat Hud ayat 42-46. 3) Untuk mengetahui seberapa penting signifikansi metode i’tibar dalam pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dan termasuk kajian pustaka (library research).Tehnik pengumpulan data adalah dokumentasi. Selanjutnya setelah data yang dibutuhkan terkumpul dianalisis denganmetode deduktif-induktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nabi Nuh A.S mempunyai nama lengkap Nuh bin Lamik bin Matwasyalah bin Khanukh (Idris) bin Yarad bin Mahlayil bin Qanin bin Anwasy bin Syits bin Adam A.S. Nuh adalah anak laki-laki Lamik yang dilahirkan pada saat Lamik berumur 182 tahun. Jarak antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad. Kemudian isi kandungan kisah tersebut meliputi nilai keteladanan, nilai akidah, nilai kesabaran, etika dialog dan etika pergaulan dengan lingkungan. Dan metode i’tibar dalam kisah tersebut dapat di implementasikan dengan mengambil pelajaran (hikmah) terhadap hal-hal atau peristiwa yang terjadi, baik peristiwa yang berasal dari dalam diri manusia maupun dari luar dirinya.
Kata kunci: Kisah Nabi Nuh, Nilai Pendidikan, I’tibar, Pembelajaran.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain