Skripsi
Konsep Ta'dib Dalam Pendidikan Islam (Telaan Atas Pemikiran Syed Muhammad Nauqi Al-Attas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gagasan pendidikan fundamental dari seorang tokoh: Syed M. Naquib al-Attas, yakni tentang ta’dib yang dijadikan sebagai konsep dalam pembangunan sumber daya manusia. Dari tawaran pemikirannya itu, mungkin dapat dijadikan sebagai masukan dalam memberikan solusi alternatif terhadap persoalan pendidikan.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Yakni berusaha mengungkapkan konsep-konsep baru dengan cara membaca dan mencatat informasi yang relevan dengan kebutuhan. Dalam hal ini adalah mencakup buku-buku, teks jurnal, majalah dan hasil penelitian yang terkait dengan judul karya ilmiah ini. Adapun teknik analisa dari penulisan ini adalah content analysis (analisis isi) yakni teknik apa saja yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif serta sistematis.
Hasil penelitian ini adalah makna pendidikan Islam lebih tepatmenggunakan istilah ta’dib bukan tarbiyah atau ta’lim karena menurut al-Attasstruktur konsep ta’dib telah mencakup unsur-unsur ilmu (ilm), intruksi (ta’lim)dan pembinaan yang baik (tarbiyah). Istilah ta’dib ini tidak hanya terbatas padaaspek kognitif, tetapi juga meliputi pendidikan spiritual, moral dan sosial. Selainitu juga, peristilahan tarbiyah dan ta’lim menunjukkan ketidaksesuaian makna.Istilah tarbiyah terlalu luas cakupannya dan hanya menyinggung aspek fisikal dalam pengembangan dan pertumbuhan binatang. Sedangkan pendidikan hanya ditujukan pada manusia, maka kata adab lebih tepat digunakan sebagai makna pendidikan Islam sebab adab berarti pembinaan yang khusus berlaku untuk manusia.
Konsep ta’dib berimplikasi pada kepribadian dan adab seorang pendidik yang mengharuskan pendidik memiliki adab yang baik sehingga menjadi panutan bagi peserta didiknya. Selain itu, dalam konsep ini juga terdapat kecenderungan untuk selalu memperhatikan kepribadian atau adab peserta didik dalam mencari ilmu pengetahuan sehingga ia dapat mengamalkan pengetahuannya dengan benar dan tepat. Peserta didik harus memiliki keikhlasan niat dalam menuntut ilmu yang bertujuan untuk mencari ridho Allah dan membersihkan hati. Di samping itu, pada konsep ini, dalam muatan kurikulum terdapat kategorisasi ilmu pengetahuan atau hierarki ilmu pengetahuan. Pembagian ilmu tersebut salah satunya dapat dilihat dari aspek kewajiban manusia terhadapnya, yang dalam hal ini ilmu pengetahuan dibagi menjadi fardhu ain dan fardhu kifayah.
Kata Kunci: pendidikan agama Islam, konsep ta’dib, pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain