Tugas Akhir
Perbandingan antara metode backpropagation dengan metode learning vector quantization (LVQ) pada pengenalan citra aksara jawa
Aksara Jawa, dikenal juga sebagai Hanacaraka dan Carakan adalah salah satu aksara tradisional nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan sejumlah bahasa daerah Indonesia lainnya seperti bahasa Sunda dan bahasa Sasak. Tulisan ini berkerabat dekat dengan aksara Bali. Aksara adalah sesuatu yang tidak termusnahkan/kekal/langgeng. Dikatakan sebagai sesuatu yang kekal, karena peranan aksara dalam mendokumentasikan dan mengabadikan suatu peristiwa komunikasi dalam bentuk tulis. Melalui aksara yang ditatah di atas batu hingga ditulis di atas daun lontar dan lempeng tembaga, kesuraman dan kejayaan masa lalu dapat dijamah kembali dengan bukti-bukti literal. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain:grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb.
Pengenalan Aksara jawa dapat dilakukan dengan menerapkan Jaringan Saraf Tiruan. Dengan menggunakan 2 metode Jaringan Saraf Tiruan untuk pengenalan aksara jawa yaitu metode Backpropagation dan Learning Vector Quantization(LVQ). Metode Backpropagation dan Learning Vector Quantization(LVQ) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses pembelajaran untuk pengenalan gambar. Backpropagation menggunakan 2 alur dalam perhitungan bobot, yaitu propagasi maju (forward) dan propagasi mundur (backward). Sedangkan LVQ hanya menggunakan 1 alur dalam perhitungannya, yaitu alur maju.
Kata Kunci : Perbandingan JST, Jaringan Syaraf Tiruan, Backpropagation, Learning Vector Quantization (LVQ), pengenalan aksara jawa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain