Tugas Akhir
Perbandingan Algoritma Huffman Dengan Algoritma Discrete Wavelet Transform Untuk Kompresi Citra Digital
Kompre sicitra merupakan proses pemampatan citra yang bertujuan untuk mengurangi duplikasi data pada citra sehingga memori yang digunakan untuk merepresentasikan citra menjadi lebih sedikit dari pada representasi citra semula. Ada factor mengapa citra sangat tepat dilakukan proses kompresi, agar tidak terjadi korelasi yang signifikan antara pixel dengan pixel tetangga. Dan biasanyak orelasi ini disebut dengan korelasi spasial. Dari factor inilah muncul data berlebihan (redundancy).
Algoritma Huffman, yang dibuat oleh seorang mahasiswa MIT bernama David Huffman, merupakan salahsatu metode paling lama dan paling terkenal dalam kompresiteks. Algoritma Huffman menggunakan prinsip pengkodean yang mirip dengan kode Morse, yaitu tiap karakter (simbol) dikodekan hanya dengan rangkaian beberapa bit, dimana karakter yang sering muncul dikodekan dengan rangkaian bit yang pendek dan karakter yang jarang muncul dikodekan dengan rangkaian bit yang lebih panjang.
Discrete Wavelet Transform merupakan proses dekomposisi citra pada level dekomposisi tertentu, dimana pada setiap level dekomposisi dilakukan proses melewatkan sinyal frekuensi tinggi (highpass filter) dan frekuensi rendah (lowpass filter). Setelah itu dilakukan proses subband, dimana mengambil sample dari setengah keluaran pada masing-masing filter tersebut
Parameter akhir yang digunakan untuk membandingkan algoritma Huffmandan Discrete Wavelet Transform adalah hasil Peak Signal to Noise Ratio, Rasio hasil kompresi citra dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompresi citra.
Kata kunci : Kompresi, Huffman, Discrete Wavelet Transform, Peak Signal to Noise Ratio
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain