UPT Perpustakaan UNSIQ Wonosobo

Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Tugas Akhir

Perbandingan Algoritma Huffman Dengan Algoritma Discrete Wavelet Transform Untuk Kompresi Citra Digital

Nofiyanto, Eka - Nama Orang;

Kompre sicitra merupakan proses pemampatan citra yang bertujuan untuk mengurangi duplikasi data pada citra sehingga memori yang digunakan untuk merepresentasikan citra menjadi lebih sedikit dari pada representasi citra semula. Ada factor mengapa citra sangat tepat dilakukan proses kompresi, agar tidak terjadi korelasi yang signifikan antara pixel dengan pixel tetangga. Dan biasanyak orelasi ini disebut dengan korelasi spasial. Dari factor inilah muncul data berlebihan (redundancy).
Algoritma Huffman, yang dibuat oleh seorang mahasiswa MIT bernama David Huffman, merupakan salahsatu metode paling lama dan paling terkenal dalam kompresiteks. Algoritma Huffman menggunakan prinsip pengkodean yang mirip dengan kode Morse, yaitu tiap karakter (simbol) dikodekan hanya dengan rangkaian beberapa bit, dimana karakter yang sering muncul dikodekan dengan rangkaian bit yang pendek dan karakter yang jarang muncul dikodekan dengan rangkaian bit yang lebih panjang.
Discrete Wavelet Transform merupakan proses dekomposisi citra pada level dekomposisi tertentu, dimana pada setiap level dekomposisi dilakukan proses melewatkan sinyal frekuensi tinggi (highpass filter) dan frekuensi rendah (lowpass filter). Setelah itu dilakukan proses subband, dimana mengambil sample dari setengah keluaran pada masing-masing filter tersebut
Parameter akhir yang digunakan untuk membandingkan algoritma Huffmandan Discrete Wavelet Transform adalah hasil Peak Signal to Noise Ratio, Rasio hasil kompresi citra dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompresi citra.

Kata kunci : Kompresi, Huffman, Discrete Wavelet Transform, Peak Signal to Noise Ratio


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
FASTIKOM 403 NOF p
Penerbit
Wonosobo : FASTIKOM UNSIQ., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPT Perpustakaan UNSIQ Wonosobo
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?